Belajar dari puasanya Ulat

Belajar dari puasanya Ulat

Siti Lathifah, S.Pd - Kupu-kupu adalah hewan yang sangat indah dan menarik. Sayapnya yang berwarna-warni dengan motif yang sangat rapi serta kelincahannya terbang dari satu bunga ke kebunga lain,menjadi daya Tarik bagi setiap orang untuk mengagumi makhluk ini.

Kupu-kupu tak hadir begitu saja ke mukabumi, tetapi melalui proses  metaformosis dari binatang yang bernama ulat. Menyebut namanya mungkin ada sebagian orang yang jijik, geli,takut penyebab kulit gatal,perusak tanaman, dan dan sebagainya.Ia begitu identik  dengan sifat yang tidak baik. Hampir takada orang yang mau menyentuhnya.

Namun,Ketika seekor ulat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah, semua orang pun berusaha memilikinya dab bahkan mengaguminya. Mereka tak merasa takut dengan seekor kupu-kupu yang sesungguhnya berasal dari ulat. Itulah kupu-kupu. Hewan yang indah dan menarik. Makanannyapun bahan pilihan, dan selalu membantu proses penyerbukan tanaman.

Untuk menjadi kupu-kupu,ulat terlebih dahulu menjadi kepompong.Itulah sebuah metamorfosis,yang dalam bahasa manusianya sedang menjalani puasa,menjauhkan darimakan dan minum,menutup dirinya dari hiruk pikuk kehidupan dunia.Ia begitu mirip dengan cara kita beriktikaf, yaitu merenung diri dan melakukan pertobatan,sehingga keluar menjadikupu-kupu yang indah,disayang semua orang dan mempunyai nilai ekonomiyang tinggi.

Itulah barangkali gambaran puasa Romadhon yang diharapkan oleh Allah SWT terhadap orang-orang yang beriman. Kita umat manusia yang banyak berbuat salah dan dosa hendaknya biasa belajar dari ulat dan mengubah diri menjadi manusia yang bertaqwa dan disayang Allah SWT

 

Sumber:  Harian Republika kolom Hikmah

Share this Post