Persiapan Pelaksanaan Ujian Madrasah MI Al Khoiriyyah 01 Semarang

Persiapan Pelaksanaan Ujian Madrasah MI Al Khoiriyyah 01 Semarang

Semarang - Untuk tahun ini Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak menggunakan sistem zonasi murni, melainkan menggunakan sistem zonasi modifikasi. Zonasi murni, hanya menekankan pada jarak tempuh kelurahan calon siswa dengan sekolah yang dituju. Sedangkan zonasi modifikasi, di samping ditentukan oleh nilai zonasi, juga ditambah nilai prestasi dan nilai lingkungan.

Demikian ditegaskan Pengawas madrasah Kemenag Kota Semarang, Amhal Kaefahmi, saat memberikan pembinaan dan pengarahan terkait Ujian madrasah yang akan dilaksanakan secara merdeka oleh satuan pendidikan dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di ruang rapat MI Al Khoiriyyah 01, Selasa (3/3). Acara pembinaan dihadiri oleh kamad, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan madrasah setempat.

Menurut Amhal Kaefahmi “Ujian adalah hal biasa. Anak-anak tidak perlu ditakut-takuti. Yang  terpenting adalah bagaimana guru memberikan motivasi  dan semangat belajar pada anak-anak ”, tutur Amhal Kaefahmi.

Ia juga mengatakan terkait konsep merdeka belajar, intinya adalah, semua diserahkan pada satuan pendidikan, termasuk PPDB yang tidak ditentukan nilai hasil belajar, namun hanya berpatokan pada nilai zonasi. Dinas Pendidikan tidak lagi mengkoordinir atau menfasilitasi penyelenggaraan ujian yang seragam. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tidak mengeluarkan POS ujian karena diserahkan pada satuan pendidikan. Kendati demikian, dinas pendidikan mempunyai kewenangan untuk mendampingi dengan rambu-rambu sebagai rujukan satuan pendidikan. Peran dinas diharap bergeser ke arah pengembangan kapasitas guru.

Kendati demikian tambahnya, untuk Kota Semarang, PPDB dilakukan dengan zonasi modifikasi. Ia merujuk pada PP. Nomor 32 Tahun 2013 dengan konsekwensi ada nilai prestasi. Pihaknya akan membuat standarisasi dengan soal ujian yang terstandar dengan prinsip kejujuran dan keadilan, meski masih pada tiga mapel yakni IPA, Bahasa Indonesia, dan Matematika.

MI Al Khoiriyyah 01 sudah siap menyelenggarakan Ujian Madrasah yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Yakni, telah membentuk  team penyusun kisi-kisi dan penulis naskah soal dengan berkoordinasi dengan Korsatpen Semarang Selatan, KKM, dan KKG. Team tersebut antara lain, Musfiroh Hanifah, Supriyati, Edi Suroso, Saifullah, dan Muslihin. Sementara itu kepala MI Al Khoiriyyah 01, Siti Muthiah mengatakan “Kami sudah menyiapkan sejak lama,sejak ada keputusan bahwa Ujian Madrasah berstandar Nasional ditiadakan, diganti dengan ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, dengan bimbingan pengawas madrasah “, ungkap Muthiah.

Sedangkan ketua panitia, Nurul Hidayah menyatakan “ Kami sudah menyiapkan ruang yang dipakai untuk ujian, dan juga pengawas silang sedemikian rupa, berikut dengan perlengkapanseperti kartu ujian, kartu meja, denah tempat duduk,  jadwal ujian, daftar pengawas, daftar peserta ujian, dan lain-lain. “Segala sesuatu dipersiapkan agar pelaksanaan ujian di MI Al Khoiriyyah  01 berjalan tertib dan lancar.

Share this Post