Pelatihan Peningkatan Mutu SDM Mujahid Intelektual YPI Al Khoiriyyah Semarang

YPI Al Khoiriyyah mengadakan Pelatihan Peningkatan Mutu SDM Mujahid Intelektual, Ahad – Senin, 22 – 23 Desember 2019 bertempat di New Bandungan Indah Hotel Kab Semarang. Pelatihan yang diikuti oleh 74 peserta, terdiri dari yayasan, kepala madrasah, guru, dan karyawan dari seluruh lembaga yang ada di YPI Al Khoiriyyah.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan intelektual SDM, meningkatkan kinerja guru dan karyawan, terjalin ikatan silaturrahmi antar komponen, meningkatkan loyalotas pimpinan lembaga dan pengurus  agar terbentuk team work yang solid di YPI Al Khoiriyyah dari 6 lembaga, yaitu, PG/RA 1 dan 2, MI 1 dan 2, MTs, dan MA di lingkungan YPI AL Khoiriyyah, kata Ainul Author selaku Ketua Yayasan dalam acara pembukaan pelatihan.

Sesion 1 dan 2 membahas tentang Kepemimpinan di AL Khoiriyyah, sharing dan evaluasi dari setiap komponen, baik kepala, guru, karyawan, bahkan yayasan. Masing2 komponen memberikan masukan untuk Al Khoiriyyah lebih maju.

Hari berikutnya pelaksanaan senam bersama dipandu oleh instruktur senam, Fitri lulusan dari Al Khoiriyyah tahun 1993.

Materi selanjutnya adalah Motivasi yang disampaiakan secara menarik oleh Ratno Ohara, seorang Inerprenership, Ratno mengajak untuk menyatukan visi dan misi Al Khoiriyyah. Guru adalah panggilan hati, bukan karena keterpaksaan. Macam guru ada lima, pertama guru biasa, memberi materi, tugas lalu ditinggal. Kedua guru yang baik yaitu guru yang bisa menjelaskan sampai anak paham. Ketiga, guru pintar adalah guru yang bisa menunjukkan ilmu dan alasannya. Keempat adalah guru yang luar biasa, yang bisa menginspirasi muridnya.

Ratno mengajak peserta untuk menyambut dinamika kebijakan pendidkan dengan semangat tinggi. Dipaparkan juga 10 dosa kepala sekolah, diantarnya tidak bisa dijadikan teladanbagis emua warga sekolah,tidak mempunyai visi dan misi yang jelas,miskin strategi dan cara bagaimana visi dan misi akan diwujudkan,boros dan salah sasaran dalam pemanfaatan sumber daya alam sekolah, dll. Dipaparkan juga 10 dosa guru, diantaranya tidak dapat dijadikan teldan bagi siswa dimanapun berada, melanggar hak-hak siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang efektif dan bermutu,melakukan tindakan diskriminatifterhadap siswa, apapun alasannya, memberikan ghukuman fisik yang bertentangan dengan peraturan yang brlaku dan kaidah ilmu pendidikan, dll.

Ratno berkata “Awal kebrhasilan suatu aktivitas dalah  roman muka yang ramah dan penuh senyum”. Anak biasanya memberikan tanggapan atau reaksi lebih baik bila diberi senyum atau diajak bicara dengan sikap hangat dan penuh kasih sayang. Jadilah orang yang pandai bersyukur, demgan melakukan di setiap saat, istigfar untuk masa lalu, bersyukur untuk hari ini dan berdoa untuk masa depan. Kurangnya kemampuan bukan alasan untuk kebrhasilan, kesungguhan penuh semangat adalah modal keberhasilan. (Nurul Hidayah – MI AL Khoiriyyah 01)

Share this Post